Cegah Radikalisme Dengan Budi Pekerti Dan Pancasila

Pendidikan  RABU, 26 JULI 2017 , 18:00:00 WIB

Cegah Radikalisme Dengan Budi Pekerti Dan Pancasila

Net

RMOL. Untuk mencegah tumbuh suburnya radikalisme di Indonesia maka perlu ditanamkan budi pekerti dan paham Pancasila kepada anak sejak usia dini.

"Kalau mau menanamkan budi pekerti dan Pancasila pada anak hendaknya dilakukan pada usia dini atau TK (Taman Kanak-kanak). Karena pada usia dini mereka dapat dididik dengan baik," jelas anggota Komisi X DPR RI Linda Purnomo dalam peringatan Hari Anak Nasional 2017 di Jakarta Convention Center, Sabtu (22/7).

Acara yang mengangkat tema 'Meningkatkan Kreatifitas dan Wawasan Anak Melalui Seni dan Budaya, Bercerita dan Bernyanyi pada Murid TK dan Anak Usia Dini' itu dihadiri sekitar 250 anak dari Paud dan TK di Jakarta.

Dalam kesempatan tersebut, Linda berharap para orang tua memperhatikan dan memantau kegiatan yang dilakukan anak-anaknya. Termasuk saat menggunakan media sosial.

"Anak-anak juga harus diawasi saat menggunakan gadget, agar tidak terpengaruh dengan medsos," ujarnya.

Linda mengatakan, kehadiran media sosial bisa mengandung nilai positif dan negatif. Tinggal bagaimana orang tua mengarahkan penggunaannya secara positif.

"Keberadaan medsos ada hal yang positif dan negatif, sehingga anak-anak perlu dipandu. Jangan sampai paham radikalisme mempengaruhi dan membentuk karakter yang buruk terhadap anak," jelasnya.

Senada disampaikan Siti Marhamah selaku wakil ketum Al Hidayah. Menurutnya, anak-anak Indonesia juga perlu mendapat pelajaran budaya budi pekerti. Agar hal-hal seperti bullying tidak terjadi.

"Bisa jadi bullying terjadi karena anak kurang mendapatkan pendidikan budi pekerti dan budaya ketimuran Indonesia," katanya.

Dia berharap, peringatan Hari Anak Nasional 2017 bisa memberikan stimulus bagi guru TK dan Paud untuk bisa membuat anak-anak didiknya lebih kreatif

"Tapi yang terpenting anak diberikan permainan yang kreatif agar anak-anak bisa bergembira," ujar Marhamah.

Pendongeng Yoshimi Hori asal Jepang yang tergabung dalam Jakarta Japan Network (J2Net) mengaku senang bisa bercerita dan membuat kreatifitas yang mudah kepada anak-anak.

"Saya senang beryannyi dan melakukan kegiatan dengan anak-anak. Itu bagus untuk mengasah kreatifitas anak," tambahnya.

Peringatan Hari Anak Nasional 2017 yang diselenggarakan organisasi sayap Partai Golkar Al-Hidayah itu menampilkan seni dan kreatifitas murid TK dan Paud yang dipandu tim Jakarta Networt (J2Net). Para murid juga diberi kesempatan uji keberanian dengan mencoba dan menjelaskan karya yang telah dibuat. [wah]


Komentar Pembaca
KPK Bisa Dibubarkan

KPK Bisa Dibubarkan

SENIN, 10 JULI 2017 , 21:00:00

Rekor! TNI AD 10 Kali Juara di ASAAM

Rekor! TNI AD 10 Kali Juara di ASAAM

SABTU, 08 JULI 2017 , 17:00:00

Sikap Panglima TNI Disesalkan

Sikap Panglima TNI Disesalkan

JUM'AT, 07 JULI 2017 , 23:00:00

Obat Kuat untuk Bareskrim

Obat Kuat untuk Bareskrim

RABU, 26 JULI 2017 , 17:15:00