RIBUAN ANGKOT DI KOTA MALANG MOGOK

Soal Agkutan Online, Pemkot Malang Tunggu Regulasi dari Pusat

Nusantara  RABU, 27 SEPTEMBER 2017 , 14:12:00 WIB | OLEH: ACHMAD RIZAL

Soal Agkutan Online, Pemkot Malang Tunggu Regulasi dari Pusat

Akibat angkutan umum mogok beroperasi, masyarakat pun akhirnya diangkut menggunakan aneka kendaraan darurat.

RMOL. Pemerintah Kota Malang masih menunggu regulasi baru dari pusat, terkait operasional angkutan umum berbasis online.

Sebab itu, untuk sementara, kantor taksi online di wilayahnya ditutup. Pernyataan itu disampaikan Wakil Wali Kota Malang, Sutiaji, kepada wartawan, di Kampus IKIP Budi Utomo (IBU) Malang, di sela-sela kegiatannya di perguruan tinggi itu.

"Jadi bukan mencabut izin operasional. Artinya, hingga kini taksi online sifatnya masih status quo. Penutupan kantornya juga sementara saja," tegasnya. Dijelaskan juga, koordinasi terkait taksi online dan konvensional juga terus dilakukan.

Pasca dicabutnya 10 poin dari pasal Permenhub No 26 Tahun 2017 tentang Angkutan Umum Tidak Dalam Trayek oleh Mahkamah Agung, mengharuskan Kementerian Perhubungan mengeluarkan peraturan baru. "Sekali lagi, yang saya katakan menutup sementara kantor taksi online, bukan melarang, dan keputusannya juga belum final, masih akan ada pembaharuan," tambah Sutiaji.

Pemerintah, sambung dia, dalam hal ini harus hadir dan memberi keputusan final yang adil. Dan banyak pertimbangan yang harus digali dari sisi pelaku industri, baik taksi online maupun konvensional, termasuk masyarakat sebagai konsumen. Dia juga mengingatkan, saat ini kebutuhan masyarakat terhadap keberadaan taksi online tak dapat dipungkiri.

Dan mereka merasa terbantu, karena servicenya yang menurut mereka cukup bagus, termasuk lebih ekonomis. "Sayangnya belum ada aturan main yang jelas untuk mengatur persaingannya. Pemerintah daerah hanyalah kepanjangan tangan pemerintah pusat. Tapi dalam hal konflik di daerah, kami tetap harus hadir secara adil," pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, ribuan angkutan kota dan taksi konvensional di Kota Malang, kemarin, mogok operasional, hingga membuat masyarakat terlantar. Para sopir angkutan konvensional itu menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Balai Kota Malang, menolak praktik angkutan umum berbasis online.

Komentar Pembaca
KPK Bisa Dibubarkan

KPK Bisa Dibubarkan

SENIN, 10 JULI 2017 , 21:00:00

Rekor! TNI AD 10 Kali Juara di ASAAM

Rekor! TNI AD 10 Kali Juara di ASAAM

SABTU, 08 JULI 2017 , 17:00:00

Sikap Panglima TNI Disesalkan

Sikap Panglima TNI Disesalkan

JUM'AT, 07 JULI 2017 , 23:00:00

Obat Kuat untuk Bareskrim

Obat Kuat untuk Bareskrim

RABU, 26 JULI 2017 , 17:15:00