ITN Kembangkan Pengolah Kedelai Ramah Lingkungan dan Higienis

Pendidikan  SENIN, 06 NOVEMBER 2017 , 08:19:00 WIB | OLEH: ACHMAD RIZAL

ITN Kembangkan Pengolah Kedelai Ramah Lingkungan dan Higienis
RMOL. Mengaplikasikan hasil penelitian untuk kepentingan masyarakat wajib dilakukan akademisi, sehingga tak sekadar tulisan dan laporan saja, tapi bermanfaat luas bagi masyarakat. Itulah yang dilakukan Ir Wayan Sujana MT, Ir Teguh Rahardjo MT dan Dr I Komang Astana Widi ST MT dari Jurusan Teknik Mesin ITN Malang, yang berhasil mengembangkan pengolah kulit ari kedelai yang ramah lingkungan dan higienis. Pengembangan ini menjadi solusi bagi UKM yang kerap menghadapi kendala dalam meningkatkan produktifitas hasil olahan makanan berbahan baku kedelai, seperti tempe, tahu, kripik tempe dan lainnya, terutama di sekitar Malang, Jawa Timur, yang masih memanfaatkan sistem pelembangan/ayakan manual, sehingga hasilnya belum maksimal. Secara spesifik dapat dijelaskan beberapa kasus yang ditimbulkan dari model ayakan kedelai manual, yakni, usia operator/pekerja berumur sekitar 40 hingga 60 tahun). Pekerja di bidang ini rawan terjangkit penyakit kulit (gatal-gatal), terutama pada tangan dan kaki, karena harus berendam selama pelembangan (untuk 20 kg saja dibutuhkan waktu 2 jam), sehingga bisa mengganggu kualitas dan produktifitas. Dari segi ekonomis, posisi saat pelembangan sangat tidak baik untuk kesehatan, sehingga rata- rata pekerja mengalami kram atau kaku, hingga perlu istirahat beberapa kali, sehingga sangat mengganggu produktifitas. Kualitas hasil olahan juga ditentukan waktu pelembangan. Perendaman yang berlebihan dapat merusak biji kedelai. Disamping itu, keahlian pelembangan sangat menentukan, karena bila dilakukan yang belum berpengalaman akan merusak bahkan menghancurkan biji kedelai. Daya listrik yang dimiliki UKM umumnya sangat rendah, antara 450 dan 900 watt, sehingga UKM meminimalisir pemanfaatan teknologi dalam proses produksinya. Memahami semua itu dan setelah dilakukan penelitian intensif, akhirnya dihasilkan solusi berupa alat pelembang kedelai higienis dan ramah lingkungan serta mampu meningkatkan produktifitas UKM tempe. Cara kerja alat ini sangat sederhana, yakni memanfaatkan tekanan pompa air, sehingga kulit ari kedelai dapat terlepas dan selanjutnya mengambang dan terkumpul pada wadah yang telah disediakan. Alat ini didesain untuk kapasitas 5 kg kedelai dan pengulangan proses dapat dilakukan setiap 20 menit. Dengan demikian, dalam 1 jam dapat memproses sekitar 15 kg. Alat ini juga dilengkapi wiper otomatis, yang berfungsi menyapu atau membersihkan kulit kedelai yang sudah terpisah dan mengambang pada bagian permukaan. Disamping itu juga dilengkapi alat pengontrol tekanan air dan kaca, untuk mengontrol tingkat kebersihan kedelai. Temuan ini jelas sangat membantu meningkatkan produksi dan kualitas.

Komentar Pembaca
KPK Bisa Dibubarkan

KPK Bisa Dibubarkan

SENIN, 10 JULI 2017 , 21:00:00

Rekor! TNI AD 10 Kali Juara di ASAAM

Rekor! TNI AD 10 Kali Juara di ASAAM

SABTU, 08 JULI 2017 , 17:00:00

Sikap Panglima TNI Disesalkan

Sikap Panglima TNI Disesalkan

JUM'AT, 07 JULI 2017 , 23:00:00

Obat Kuat untuk Bareskrim

Obat Kuat untuk Bareskrim

RABU, 26 JULI 2017 , 17:15:00