Rakyat Penerima Bansos Tidak Boleh Merokok

Jurus Baru Kabinet Kerja Atasi Kemiskinan

Nusantara  RABU, 01 AGUSTUS 2018 , 16:31:00 WIB | LAPORAN: HARIAN RAKYAT MERDEKA

Rakyat Penerima Bansos Tidak Boleh Merokok
RMOL. Rokok salah satu penyebab banyak orang Indonesia hidup melarat. Untuk mengeremnya, pemerintah berencana melarang penerima bantuan sosial (bansos) mengisap komoditas tersebut.

Dampak rokok terhadap ting­kat kemiskinan nggak main-main. Belanja rokok masuk 10 besar pengeluaran orang miskin. Pemerintah berencana mengambil langkah tegas untuk menghentikannya. Melarang penerima program keluarga harapan (PKH) dan bantuan pangan non tunai (BPNT) tidak boleh merokok.

"Kita harus tegas. Akan lebih baik jika hal itu dialihkan buat belanja komoditas makanan lain yang dapat menunjang ke­luarga," ungkap Menteri Peren­canaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Bam­bang Brodjonegoro di Jakarta, kemarin.

Brojo-panggilan akrab Bam­bang menyebutkan pengaruh rokok terhadap tingkat kemiski­nan di pedesaan mencapai 10 persen. Sedangkan di perkotaan sebesar 11 persen.

Bambang merincikan 10 komoditas proporsi terbesar pembentuk garis kemiski­nan. Proporsi untuk kelompok masyarakat perkotaan, beras 20,95 persen, makanan lain­nya 16,45 persen, rokok 11,07 persen, perumahan 8,3 persen, non makanan lainnya 7,31 persen, BBM 4,36 persen, telur ayam 4,09 persen, listrik 3,89 persen, daging ayam 3,5 persen dan mie instan 2,43 persen. Se­dangkan, kelompok masyarakat pedesaan beras 26,79 persen, makanan lainnya 18,45 persen, rokok 10,21 persen, peruma­han 6,91 persen, non makanan lainnya 6,76 persen, BBM3,69 persen, telur ayam 3,28 persen, gula pasir 3,07 persen, mie instan 2,21 persen dan daging ayam 2,08 persen.


Komentar Pembaca
BENANG MERAH (EPS.159): Anies Terlalu Lama Sendiri
Densus 88 Tembak Dua Terduga Teroris Tanjung Balai

Densus 88 Tembak Dua Terduga Teroris Tanjung Balai

JUM'AT, 19 OKTOBER 2018 , 15:00:00

PAN Setuju Dana Saksi Dibiayai APBN

PAN Setuju Dana Saksi Dibiayai APBN

KAMIS, 18 OKTOBER 2018 , 17:00:00

The ads will close in 10 Seconds