Myanmar Bentuk Komisi Penyelidik Pelanggaran Terhadap Rohingya

Internasional  JUM'AT, 03 AGUSTUS 2018 , 09:37:00 WIB

Myanmar Bentuk Komisi Penyelidik Pelanggaran Terhadap Rohingya
RMOL. Pemerintah Myanmar membentuk satu komisi untuk menyelidiki tuduhan pelanggaran hak asasi manusia di negara bagian bergolak Rakhine, sementara negara itu menghadapi seruan untuk bertanggungjawab atas tuduhan pembersihan etnis terhadap muslim Rohingya.

Komisi beranggota empat orang itu terdiri atas dua anggota lokal dan dua anggota internasional, diplomat Filipina Rosario Manalo dan mantan Duta Besar Jepang untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Kenzo Oshima. Komisi dipimpin oleh Manalo, mantan wakil menteri luar negeri.

Sementara anggota lokalnya meliputi pengacara Mya Thein serta ekonom dan mantan pejabat PBB Aung Tun Thet.

Aung Tun Thet tahun lalu ditunjuk pemimpin de facto Aung San Suu Kyi menjadi tokoh kunci dalam tanggapan Myanmar terhadap krisis Rohingya, dan menyatakan bahwa Myanmar tidak berniat melakukan pembersihan etnis.

"Komisi Independen ini akan menyelidiki tuduhan-tuduhan pelanggaran hak asasi manusia dan isu-isu terkait menyusul serangan-serangan teroris ARSA," tulis pernyataan Kantor Presiden Win Myint merujuk kepada Tentara Penyelamat Rohingya Arakan, sebuah kelompok bersenjata Rohingya.


Komentar Pembaca
BENANG MERAH (EPS.159): Anies Terlalu Lama Sendiri
Densus 88 Tembak Dua Terduga Teroris Tanjung Balai

Densus 88 Tembak Dua Terduga Teroris Tanjung Balai

JUM'AT, 19 OKTOBER 2018 , 15:00:00

PAN Setuju Dana Saksi Dibiayai APBN

PAN Setuju Dana Saksi Dibiayai APBN

KAMIS, 18 OKTOBER 2018 , 17:00:00

The ads will close in 10 Seconds