JMNU: Jangan Adu Domba KPK dengan Polri

Hukum  RABU, 10 OKTOBER 2018 , 22:13:00 WIB

JMNU: Jangan Adu Domba KPK dengan Polri

Bambang Widjojanto/net


Ia menangkap kesan BW memprovokasi sesama aparat penegak hukum dan patut diduga memiliki preferensi politik tertentu. Sebab, mengingat jabatan BW sebagai  ketua Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) bidang pencegahan korupsi Pemprov DKI Jakarta saat ini.

"Ke depannya perlu secara tegas diatur bahwa orang seperti BW yang mantan pimpinan KPK ini dan telah bekerja di lembaga negara dengan kewenangan luar biasa yang di berikan oleh undang-undang untuk di larang berkomentar soal perkara yang tengah di tangani KPK untuk menghindari conflik of interest," pungkas Adnan.

Sebelumnya, BW yang wakil ketua KPK periode 2011-2015 angkat suara menyikapi hasil investigasi bersama sembilan media yang tergabung dalam Indonesialeaks, terkait dugaan aliran korupsi dan kongkalikong penegak hukum di Indonesia.

Indonesialeaks dikutipnya menyatakan 'Tertulis dalam dokumen itu bahwa nama Tito Karnavian tercatat paling banyak mendapat duit dari Basuki, langsung maupun melalui orang lain”, baik ketika menjabat sebagai kapolda Metro, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme pada Maret-Juli 2016 maupun ketika sudah dilantik sebagai Kepala Kepolisian RI.'

Bambang mengatakan tindakan penyidik KPK yang diduga merobek 19 catatan transaksi adalah tindakan penyalahgunaan kewenangan atau setidaknya menggunakan kewenangan untuk kepentingan di luar KPK (Pasal 1 angka 9 jo Pasal 5 huruf a dan k) dan dapat dikualifikasi sebagai Pelanggaran Disiplin Berat sesuai Pasal 8 hurug g, l, dan n dari Peraturan KPK No. 10 Tahun 2016

Komentar Pembaca
Prabowo Jenguk Korban Kerusuhan

Prabowo Jenguk Korban Kerusuhan

KAMIS, 23 MEI 2019 , 00:14:00

Demonstran Kawal MK Shalat Dhuhur Berjamaah

Demonstran Kawal MK Shalat Dhuhur Berjamaah

RABU, 26 JUNI 2019 , 19:56:00

SBY Bertemu Megawati

SBY Bertemu Megawati

SENIN, 03 JUNI 2019 , 22:25:00

The ads will close in 10 Seconds