Penafsiran Konstitusi: Tekstual atau Kontekstual

Oleh: Soetanto Soepiadhy

Opini  SELASA, 16 OKTOBER 2018 , 14:41:00 WIB | LAPORAN: N. AJI

Penafsiran Konstitusi: Tekstual atau Kontekstual

Soetanto Soepiadhy/Dok

RMOLJatim. Istilah ‘penafsiran konstitusi’ merupakan terjemahan dari constitutional interpretation. (Craig R. Ducat, 2004). Albert H. Y. Chen, menggunakan istilah constitutional interpretation yang dibedakan dari interpretation of statutes.

Penafsiran konstitusi atau constitutional interpretation merupakan penafsiran terhadap ketentuan-ketentuan yang terdapat dalam konstitusi atau undang-undang dasar, atau interpretation of the Basic Law. (Albert H. Y. Chen, 2000). Penafsiran konstitusi merupakan hal yang tidak terpisahkan dari aktivitas judicial review.

Penafsiran konstitusi yang dimaksud di sini adalah penafsiran yang digunakan sebagai suatu metode dalam penemuan hukum (rechstvinding) berdasarkan konstitusi atau undang-undang dasar yang digunakan atau berkembang dalam praktik peradilan Mahkamah Konstitusi (MK). Metode penafsiran diperlukan karena peraturan perundang-undangan tidak seluruhnya dapat disusun dalam bentuk yang jelas dan tidak membuka penafsiran lagi.

Satjipto Rahardjo mengemukakan, salah satu sifat yang melekat pada perundang-undangan atau hukum tertulis adalah sifat otoritatif dari rumusan-rumusan peraturannya.

Namun demikian, pengutaraan dalam bentuk tulisan atau litera scripta itu sesungguhnya hanyalah bentuk saja dari usaha untuk menyampaikan sesuatu ide atau pikiran. Ide atau pikiran yang hendak dikemukakan itu ada yang menyebutnya sebagai ‘semangat’ dari suatu peraturan.


Komentar Pembaca
4 Juta Orang Akan Hadiri Reuni Akbar Mujahid 212

4 Juta Orang Akan Hadiri Reuni Akbar Mujahid 212

RABU, 28 NOVEMBER 2018 , 21:00:00

Jangan Seret Jokowi Dalam Kasus Kemah Pemuda Islam 2017
Jawaban Jokowi Jadi Olok-Olok

Jawaban Jokowi Jadi Olok-Olok

SELASA, 27 NOVEMBER 2018 , 21:00:00

The ads will close in 10 Seconds