Door To Door Di Madura

Oleh: Dhimam Abror Djuraid

Opini  KAMIS, 20 DESEMBER 2018 , 18:50:00 WIB | LAPORAN: N. AJI

Door To Door Di Madura

Dhimam Abror Djuraid

JOKOWI datang ke Madura (19/12). Para kiai dimobilisasi. Rakyat dimobilisasi dikumpulkan untuk menyambut Jokowi sekaligus diajari yel-yel "Jokowi Poleh" (Jokowi Lagi). Alih-alih meneriakkan _"Jokowi Poleh"_ masyarakat malah menyanyikan _"Jokowi Moleh"_ (Jokowi Pulang).

Ini gaya khas resistensi orang Madura. Ada keberanian yang nyata disitu. Tapi, tetap saja ada humor satiris yang tajam dan pahit sekaligus cerdas khas Madura. Memplesetkan _"poleh"_ menjadi _"moleh"_ sungguh cerdas dan bikin ngakak. Yang tidak mengerti bahasa Madura bisa plonga-plongo.

Penggratisan jembatan Suramadu diharapkan menjadi iming-iming politik bagi warga Madura. Itu usulan konyol dari orang-orang yang tidak paham mengenai sosiologi Madura. Terbukti alih-alih mengucapkan _"Mator Sekelangkong"_ kepada Jokowi, _"Tretan Dibbik"_ (Saudara Kita, sebutan untuk orang Madura) malah berterima kasih kepada Prabowo, gara-gara Madura mendukung Prabowo maka Jokowi menggratiskan Suramadu.

Makanya, orang Madura menyarankan, kalau mau tol digratiskan dukunglah Prabowo.
Logika terbalik yang cerdas khas Madura.

Kisah perlawanan masyarakat Madura terhadap kekuasaan sudah menjadi bagian dari legenda politik di Indonesia.

Komentar Pembaca
4 Juta Orang Akan Hadiri Reuni Akbar Mujahid 212

4 Juta Orang Akan Hadiri Reuni Akbar Mujahid 212

RABU, 28 NOVEMBER 2018 , 21:00:00

Jangan Seret Jokowi Dalam Kasus Kemah Pemuda Islam 2017
Jawaban Jokowi Jadi Olok-Olok

Jawaban Jokowi Jadi Olok-Olok

SELASA, 27 NOVEMBER 2018 , 21:00:00

The ads will close in 10 Seconds