DPRD Jatim: Banyak Wilayah Pelosok di Jatim Belum Teraliri Listrik

Politik  KAMIS, 10 JANUARI 2019 , 23:00:00 WIB | LAPORAN: BUDIONO RA

DPRD Jatim: Banyak Wilayah Pelosok di Jatim Belum Teraliri Listrik

foto/net

RMOLJatim. Anggota Komisi D DPRD Jatim, Aliyadi Mustofa di DPRD Jatim, Kamis (10/1) mengatakan saat ini masih banyak warga Jatim yang belum teraliri listrik, khususnya di wilayah kepulauan Sumenep Madura dan daerah lainnya.

Kami apresiasi program elektrifikasi Dinas ESDM Jatim sebab ini sudah menjadi kewajiban Pemprov Jatim,” ujar politisi asal Madura.

Aliyadi yang juga Politisi asal Fraksi PKB ini juga mendorong Pemprov Jatim berkoordinasi dengan pemerintah pusat dalam hal ini kementrian terkait seperti Kemen ESDM dan Kemen BUMN.

Paling tidak BUMN-BUMN yang ada di Jatim bisa memberikan CSR untuk membantu pembangunan sambungan listrik baru maupun pembangkit listrik tenaga surya di daerah-daerah terpencil dan kepulauan sehingga bisa memenuhi target yang sudah dibuat oleh Pemprov Jatim,”ujarnya.

Ia juga menambahkan, komisi D sudah sering berkonsultasi ke Kementerian ESDM. Hasilnya permintaan Jatim untuk  aliran listrik direspon dengan bantuan listrik tenaga surya. Hanya saja listrik tenaga surya tidak signifikan seperti listrik pada umumnya.

"PLN sebagai mitra BUMN harus dapat melihat fakta di lapangan, sehingga tidak semata-mata memikir keuntunga saja," harapnya.

Seperti diketahui, Untuk diketahui, Pemerintah Provinsi Jawa Timur mencatat ada 75 ribu rumah masyarakat listrik di Jatim belum tersambung listrik. Pemprov Jatim menargetkan rasio elektrifikasi naik dari 93,1 persen di tahun 2018 menjadi 96 persen di tahun 2019. Upaya menaikkan elektrifikasi itu dengan menggenjot instalasi dan sambungan listrik baru untuk masyarakat miskin.

 

Kepala Dinas ESDM Jatim, Setiadjit mengatakan, daerah-daerah yang banyak belum teraliri listrik adalah Kabupaten Sumenep karena banyak kepulauan, Sampang, Situbondo, Bondowoso, dan Jember.

”Kalau daerah lain juga ada. Hanya yang paling banyak lima kabupaten,” ungkap Setiadjit, dikonfirmasi.

 

Pemprov tidak dapat memastikan menyelesaikan pemasangan ke 75 ribu rumah di tahun 2019. Hanya saja pemprov menargetkan sebagian besar rumah sudah dapat menikmati listrik. Mengingat tahun 2019 pemprov membuat program pembuatan instalasi dan sambungan listrik baru ke 1.500 masyarakat miskin. Program ini dengan Berkoordinasi dengan Kementerian energi sumber daya mineral, dan kementerian berjanji  membuat intalansi dan memasang sambungan listrik kepada 4000 rumah.

Selain Kementerian ESDM, kita juga kerja sama dengan PLN untuk membuat jaringan baru di daerah-daerah terpencil,”paparnya.[bdp]

 



Komentar Pembaca
Ambulance Gratis Untuk Caleg Stres

Ambulance Gratis Untuk Caleg Stres

SABTU, 27 APRIL 2019 , 10:20:00

Prabowo Jenguk Korban Kerusuhan

Prabowo Jenguk Korban Kerusuhan

KAMIS, 23 MEI 2019 , 00:14:00

Markas Polsek Kebanjiran

Markas Polsek Kebanjiran

SENIN, 29 APRIL 2019 , 08:13:00

The ads will close in 10 Seconds