Neo Imperialisme Game Online

Ekbis  SENIN, 29 APRIL 2019 , 08:47:00 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

Neo Imperialisme Game Online

Jaya Suprana/Net

AKIBAT saya tidak kunjung sudi percaya bahwa game online potensial merugikan Indonesia, maka sang tokoh muda mantan stuntman film laga yang kini menjadi CEO Anantapura Studios, Ivan Chen mengirimkan sebuah berita yang dilansir CNBC Indonesia sebagai berikut:


Game Online

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Mirza Adityaswara menjelaskan ketika seseorang mengunduh game online berbayar yang notabene publisher atau studionya berada di wilayah luar negeri sama saja dengan mengalirkan dana ke luar negeri. Apalagi jika hal ini terjadi terus menerus, maka defisit neraca pembayaran Indonesia akan semakin melebar.

Ia mengatakan, misalnya harga satu game online sebesar Rp 7.000 sampai Rp 10.000 atau sekitar 0,5 dolar AS, namun ketika yang mengunduh mencapai dua juta orang per hari, tentu membuat dana yang keluar dari Indonesia cukup besar.

"Kalau kita main game itu kelihatan enggak di NPI? Sekarang sih enggak, tapi yang pasti itu uang Indonesia ke luar. Mungkin hanya setengah dolar, tapi kalau yang main dua juta orang, ya itu uang ke luar negeri untuk games itu," ujar Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia dalam Seminar Nasional: Sinergi untuk Ketahanan dan Pertumbuhan, Rabu 27 Maret 2019.

Komentar Pembaca
Selama Karhutla Masih Ada, Visi SDM Unggul Jokowi Cuma Mimpi
Mengusung Tandu Toapekong Terbanyak

Mengusung Tandu Toapekong Terbanyak

SELASA, 17 SEPTEMBER 2019 , 08:22:15

Ada Enggar Di Balik Kasus Impor Pangan

Ada Enggar Di Balik Kasus Impor Pangan

SENIN, 16 SEPTEMBER 2019 , 01:14:11

Pembantaian Keji Serda Rikson

Pembantaian Keji Serda Rikson

SABTU, 31 AGUSTUS 2019 , 06:54:00

Titiek Soeharto Bersama Petinggi Malaysia

Titiek Soeharto Bersama Petinggi Malaysia

JUM'AT, 02 AGUSTUS 2019 , 11:42:00

Tiga Anggota Polsek Wonokromo Naik Pangkat

Tiga Anggota Polsek Wonokromo Naik Pangkat

SELASA, 20 AGUSTUS 2019 , 08:49:00

The ads will close in 10 Seconds