Mengapa Rakyat Nekat?

Opini  MINGGU, 19 MEI 2019 , 20:50:00 WIB | LAPORAN: N. AJI

Mengapa Rakyat Nekat?

Foto/Net

DIANCAM akan ditembak di tempat jika ganggu NKRI, rakyat tak bergeming. Disiapin 150 anjing pemburu (dari Hendropriyono), cuek. Ulama dan tokohnya ditangkap, gak takut juga. Tetap saja mau turun ke jalan? Nekat!

Setidaknya ada tiga faktor utama. Akumulasi tiga faktor ini memberi suplai energi kenapa rakyat jadi 'terkesan' nekat. Turun jalan dan protes. Padahal lagi bulan Ramadan.

Pertama
, faktor ekonomi. Listrik naik, rakyat menahan sabar. BBM naik, rakyat diam. Karena hanya itu yang bisa mereka lakukan. Terpaksa! Impor beras dan garam di musim panen, rakyat hanya ngelus dada. Lapangan kerja direbut pekerja Cina, rakyat tetap bungkam. Mereka pasti kecewa, mungkin marah. Tapi hanya ditahan di dalam dada.

Kedua, faktor ketidakadilan hukum. Satu persatu ulama dan tokoh oposisi jadi tersangka. Entah sudah berapa banyak jumlahnya. Mereka dituduh menebar kebencian dan dijerat UU ITE. Akhir-akhir ini pasal makar mulai dikenakan. Di sisi lain, laporan kubu oposisi terhadap sejumlah orang yang diduga bersalah, tak ada tindak lanjut. Hukum terkesan sekali "tebang pilih" kata Anwar Abbas, Sekjen Majelis Ulama Indonesia. Tapi, rakyat bisa apa?

Di mana mahasiswa? Emak-emak telah menggantikan peran mereka. Para alumni yang sudah lulus, bongkar lagi lemari, ambil jaket almamater dan memakainya lagi untuk turun ke jalan. Emak-emak dan para alumni telah ambil peran mahasiswa.


Komentar Pembaca
Prabowo Jenguk Korban Kerusuhan

Prabowo Jenguk Korban Kerusuhan

KAMIS, 23 MEI 2019 , 00:14:00

Markas Polsek Kebanjiran

Markas Polsek Kebanjiran

SENIN, 29 APRIL 2019 , 08:13:00

Panser Anoa Jadi Sasaran Foto Pengunjuk Rasa

Panser Anoa Jadi Sasaran Foto Pengunjuk Rasa

JUM'AT, 17 MEI 2019 , 19:02:00

The ads will close in 10 Seconds