AKSI 22 MEI

Mahasiswa Desak Badan HAM Internasional Usut Korban Aksi 22 Mei

Politik  KAMIS, 23 MEI 2019 , 19:27:00 WIB | LAPORAN: RMOL NETWORK

Mahasiswa Desak Badan HAM Internasional Usut Korban Aksi 22 Mei

Aksi massa 22 Mei/RMOL

RMOLJatim. Jatuhnya massa aksi 22 Mei yang menjadi korban akibat ditembak atau dipukul secara brutal di di kawasan kantor pusat Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jakarta, tidak boleh didiamkan.

"Penembakan-penembakan brutal kepada peserta aksi itu harus diusut tuntas. Tidak ada cerita pembenaran yang harus dijadikan alasan untuk membunuhi warga negara Indonesia dalam aksi itu,” tutur aktivis senior Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Ivan Parapat dalam keterangannya dilansir Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (23/5).

Ia melihat ada upaya sistematis mengusir dan menghentikan para demonstran yang menyampaikan aspirasinya.

Bahkan pesan-pesan berantai pun marak terjadi dari versi-versi aparat, untuk menutupi kebenaran sesungguhnya. Selain itu, jaringan internet dan media sosial ditutup, dengan alasan untuk menghindari potensi rusuh.

"Apa maksudnya jaringan internel diputus? Apa maksudnya pesan-pesan berantai disebar-sebarkan? Itu tidak boleh dibenarkan. Tindakan-tindakan seperti itu adalah pelanggaran hak asasi manusia dan pelanggaran hak-hak warga negara. Ini sudah seperti skenario yang sangat disengaja, harus diusut tuntas," tuturnya.


Komentar Pembaca
Prabowo Jenguk Korban Kerusuhan

Prabowo Jenguk Korban Kerusuhan

KAMIS, 23 MEI 2019 , 00:14:00

Markas Polsek Kebanjiran

Markas Polsek Kebanjiran

SENIN, 29 APRIL 2019 , 08:13:00

Panser Anoa Jadi Sasaran Foto Pengunjuk Rasa

Panser Anoa Jadi Sasaran Foto Pengunjuk Rasa

JUM'AT, 17 MEI 2019 , 19:02:00

The ads will close in 10 Seconds