Pejabat BRI dan Bos Panti Pijat Ditetapkan Tersangka Korupsi Rp 10 Miliar

Hukum  SELASA, 18 JUNI 2019 , 18:44:00 WIB | LAPORAN: I KOMANG ARIES DARMAWAN

Pejabat BRI dan Bos Panti Pijat Ditetapkan Tersangka Korupsi Rp 10 Miliar

Dua tersangka korupsi BRI/Dok Pidsus Kejari Surabaya

RMOLJatim. Kasus korupsi Kredit Modal Kerja (KMK) senilai Rp 10 miliar di tubuh Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Surabaya Manukan Kulon yang diusut Kejari Surabaya pada bulan Mei lalu, memasuki babak baru dan menetapkan dua orang sebagai tersangka. Mereka adalah Nanang Lukman Hakim dan Lanny Kusumawati Hermono, bos panti pijat CC Cantik.

"NLH sebagai mantan Associate Account Officer pada BRI Surabaya dan LKH sebagai debitur BRI kami tetapkan sebagai tersangka korupsi dengan kerugian negara sebesar Rp 10 miliar," terang Kajari Surabaya, Anton Delianto dikutip Kantor Berita RMOLJatim pada wartawan, Selasa (18/6).

Dijelaskan Anton, perbuatan korupsi ini terjadi dalam dua periode, yakni 2016 dan 2017. Saat itu BRI memberikan kucuran dana untuk kredit modal kerja (KMK) kepada sembilan retail maxco senilai Rp 10 miliar.

"Kedua tersangka melakukan mufakat untuk membuat kredit fiktif dengan modus identitas debiturnya palsu, legalitas usaha SiUP dan TDP debitur palsu, adanya rekayasa mark up agunan yaitu penggunanya kredit tidak sesuai dengan pengajuan kredit," beber Kajari Anton.

Hasil korupsi tersebut, lanjut Anton, bukan hanya dinikmati kedua tersangka melainkan juga dinikmati sejumlah pihak yang saat ini masih didalami perannya.


Komentar Pembaca
Prabowo Jenguk Korban Kerusuhan

Prabowo Jenguk Korban Kerusuhan

KAMIS, 23 MEI 2019 , 00:14:00

Demonstran Kawal MK Shalat Dhuhur Berjamaah

Demonstran Kawal MK Shalat Dhuhur Berjamaah

RABU, 26 JUNI 2019 , 19:56:00

SBY Bertemu Megawati

SBY Bertemu Megawati

SENIN, 03 JUNI 2019 , 22:25:00

The ads will close in 10 Seconds