Pak Menhan, Sedari 2015 Sudah Terlihat Ingin Mengamputasi Tugas Keamanan Di Kepolisian

Opini  RABU, 19 JUNI 2019 , 23:19:00 WIB

Pak Menhan, Sedari 2015 Sudah Terlihat Ingin Mengamputasi Tugas Keamanan Di Kepolisian
REFORMASI ditandai juga dengan pemisahan kepolisian dari ABRI, karena negara Gugusan Kepulauan 17 ribu, 714 suku, 1.000 bahasa dan berbagai problem hukum membutuhkan tertib sosial melalui institusi yang kuat, mandiri dan independen.”

Beberapa minggu terakhir ini berbagai pernyataan Ryamizard Ryacudu, Menteri Pertahanan Republik Indonesia terkait situasi politik nasional termasuk membela sesama purnawirawan TNI adalah suatu sikap yang tentu bisa dipahami.

Namun satu hal yang kurang elok adalah menyerang sesama institusi negara secara vulgar. Kepolisian dibubarkan di bawah kementerian dan lain sebagainya. Sebagaimana dimuat di berbagai media. 

Lantas publik bertanya mengapa? bukankah pemerintah satu satu kesatuan? Apakah ada keretakan hubungan antar-anggota kabinet? apakah karena misslead sebagai penyebab sumbangan komunikasi sehingga harus berteriak ke publik? Mungkin Menhan yang tahu.

Seluruh anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia harus pahami bahwa pemerintahan ini yang justru memperlemah dan mengamputasi kewenangan polisi, bahkan menabrak konstitusi dengan mengeluarkan kebijakan melalui Perpres Nomor 2 Tahun 2015: Keamanan Integratif yaitu memutus sebagian kewenangan kepolisian, misalnya bidang keamanan laut, penanganan narkotika, termasuk hal-hal yang bersifat keamanan insani (inhuman security) lainnya. 


Komentar Pembaca
Prabowo Jenguk Korban Kerusuhan

Prabowo Jenguk Korban Kerusuhan

KAMIS, 23 MEI 2019 , 00:14:00

Demonstran Kawal MK Shalat Dhuhur Berjamaah

Demonstran Kawal MK Shalat Dhuhur Berjamaah

RABU, 26 JUNI 2019 , 19:56:00

SBY Bertemu Megawati

SBY Bertemu Megawati

SENIN, 03 JUNI 2019 , 22:25:00

The ads will close in 10 Seconds