Triangular Diplomacy

Opini  SENIN, 13 JANUARI 2020 , 22:56:00 WIB | OLEH: ZENG WEI JIAN

Triangular Diplomacy

Kapal Coast Guard China dari pantaua Kapal perang Indonesia/Net

AMERIKA, Indonesia, China membentuk apa yang disebut Henry Kissinger dengan istilah "triangular diplomacy".

Doktrin ini mencuat semasa Vietnam War (1955"1975). Targetnya; mempertahankan hegemoni dan diplomatic interest Amerika dengan mengeksploitasi rivalry antara China dan Soviet Union.

Analisa international politics Kenneth Waltz mendorong Kissinger mengikat "koalisi" dengan China.

Koalisi ini menetralisir kekuatan Soviet Union. Sesuai dengan teori neorealist balance of power i.e.as insecure states are seeking to bring an equilibrium to the international order in an attempt to bring peace and benefit the relevant actors.

Indonesia harus berani memosisikan diri sebagai "revisionist states". Amerika sebagai Old Hegemon (near dead) dipastikan berusaha mempertahankan posisinya dalam sistem lama. Thus, dia masuk kategori "status quo" state.

Status quo itu menyatakan Indonesia adalah neo-koloni Amerika. Diperhalus dengan istilah the sphere of influence.

Komentar Pembaca
Suri Teladan Perdamaian

Suri Teladan Perdamaian

MINGGU, 19 JANUARI 2020

Berburu Ketek Ogleng

Berburu Ketek Ogleng

SABTU, 18 JANUARI 2020

Koreksi Besar Ekonomi Tahun 2020

Koreksi Besar Ekonomi Tahun 2020

SABTU, 18 JANUARI 2020

Jualan 100 Dolar

Jualan 100 Dolar

SABTU, 18 JANUARI 2020

Anugrah Humor Paling Ambyar

Anugrah Humor Paling Ambyar

SELASA, 14 JANUARI 2020

Politik Ambyar

Politik Ambyar

SELASA, 14 JANUARI 2020

The ads will close in 10 Seconds