BUMN Indonesia-China Teken Kontrak Industri Aluminium Mandiri Senilai Rp 9,5 Triliun

Ekbis  SELASA, 14 JANUARI 2020 , 12:00:00 WIB | LAPORAN: RMOL NETWORK

BUMN Indonesia-China Teken Kontrak Industri Aluminium Mandiri Senilai Rp 9,5 Triliun

Penandatanganan kontrak Indonesia-China/Istimewa

RMOLJatim. Awal tahun 2020, BUMN Indonesia dan China menjalin kerja sama ekonomi dengan nilai 695 juta dolar AS atau setara dengan Rp 9,5 triliun (Rp 13.657/dolar AS).

Kontrak tersebut merupakan proyek pembangunan Smelter-Grade Alumina Refinery antara PT Borneo Alumina Indonesia (PT BAI) dengan Konsorsium PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (PT PP) dan China Aluminium International Engineering Corporation Limited (CHALIECO).

Adapun kontrak Engineering, Procurement, and Construction (EPC) itu ditandatangani di kantor Kedutaan Besar Republik Indonesia di Beijing pada Sabtu (11/1) pukul 11.11 WIB.

"Apresiasi kami sampaikan kepada pihak-pihak yang telah mendukung hingga terwujudnya kontrak EPC untuk pembangunan Alumina Refinery yang telah lama menjadi cita-cita Indonesia untuk mewujudkan industri pengolahan alumunium mandiri," ujar Konselor KBRI Beijing, Victor S Hardjono dilansir Kantor Berita Politik RMOL.

Berkat kerja sama ini, diharapkan fase konstruksi refinery akan selesai pada 2022. Sehingga Indonesia akan mampu memproduksi alumina dengan kapasitas mencapai 1 juta ton/tahun.


Komentar Pembaca

The ads will close in 10 Seconds