Harga Cabai Ambyar, Petani Merugi

Daerah  SABTU, 18 JANUARI 2020 , 15:29:00 WIB

Harga Cabai <i>Ambyar</i>, Petani Merugi

Suwarno, petani cabai Desa Hargomulyo, Ngawi/RMOLJatim

RMOLJatim. Harga cabai di sejumlah pasar di Ngawi, awal tahun ini terpantau merangkak naik. Setelah ditelusuri, penyebab 'ambyarnya' harga tersebut dampak dari musim penghujan.

Secara otomatis, hama dan penyakit menyerang sentra tanaman hortikultura baik cabai maupun tomat. Akibatnya para petani pun merugi setelah tanaman mereka kondisinya layu dan membusuk.

"Mungkin karena faktor hujan dan cuacanya kayak gini tanaman cabai banyak yang klenger. Selain layu pada batang tanaman juga buahnya pun banyak yang membusuk," ujar Suwarno petani cabai asal Desa Hargomulyo, Kecamatan Ngrambe, Ngawi pada Kantor Berita RMOLJatim, Sabtu (18/1).

Kata Suwarno yang sudah beberapa tahun sebagai petani cabai merasa kelimpungan menghadapi hama. Padahal tanaman cabai miliknya diatas lahan kurang dari seperempat hektar itu memasuki umur 60 hari tentu saja siap panen.

Dengan serangan hama tersebut ia mengaku bakal kehilangan modal. Untuk meminimalisir kerugian, terpaksa Suwarno harus memanen buah cabai lebih awal. Padahal dibanding musim sebelumnya kerugian yang ditanggung tidak seberapa besar dibanding musim ini.


Komentar Pembaca

The ads will close in 10 Seconds